Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2016

Komik Edukasi Perencanaan Keuangan

Courtesy: www.goodreads.com
Eksistensi komik sebagai media penyampai pesan yang efektif kembali diuji melalui komik ini. Setidaknya itu hipotesis yang saya ajukan usai pembacaan komik ini. Komik ini saya beli empat tahun yang lalu, dan baru beberapa hari kemarin ditemukan sehingga saya baru bisa tulis di blog sekarang. Padahal saya sempat membuat review singkat di Goodreads.

Perencanaan keuangan. Sesuatu yang selalu menjadi topik pembicaraan seputar masalah manajemen keuangan. Apalagi, booming kelas menengah yang sedang melanda negeri ini membuat segala tetek bengek soal perencanaan keuangan mendapat tempat sendiri dalam masyarakat. Peran perencana keuangan mulai dibutuhkan untuk menanggulangi kecemasan di masa depan.

Perencanaan keuangan yang baik tentu dimulai dari kesadaran yang timbul sebagai akibat dari ekspektasi. Pada suatu kondisi dimana uang menjadi barang yang langka, tentu dibutuhkan strategi khusus untuk tetap memilikinya. Masalahnya, hingga saat ini masyarakat belum memiliki suatu guidance/petunjuk yang jelas soal investasi dan instrumen keuangan lainnya agar uang yang mereka miliki dapat tumbuh dan berkembang. 

Media komik sebagai media komunikasi visual dapat membantu kesenjangan informasi mengenai hal tersebut. Penyampaian gagasan dari Financial Planner terkemuka di negeri ini menjadi satu nilai tambah tersendiri bagi muatan pesan yang ingin disampaikan. Saya pun harus kembali menguji hipotesis saya, apakah pembaca mampu menerapkan pelajaran manajemen keuangan setelah membaca komik ini? Saya kira nanti saja, di tulisan yang lain. Entah kapan.

Akhir kata, selamat belajar merencanakan keuangan.

Judul        : Komik Perencanaan Keuangan Mr. Edu
Penulis     : Mike Rini Sutikno
Penerbit   : PT. Elex Media Komputindo
Tahun       : 2010
Tebal        : 120 hal.
Genre       : Manajemen-Keuangan

Medan Merdeka Barat, 26 April 2016.

Kamis, 16 April 2015

Panji Koming: Kocaknya Zaman Kala Bendhu

“Tuhan, berikanlah zaman kala bendhu setiap hari, supaya besok pagi saya bisa tetap berkarya.”

Kira-kira begitulah bunyi doa seorang karikaturis setiap hari. Pengharapan setiap harinya adalah sebuah inspirasi baru dari suatu zaman atau masa yang ditinggali dan dijalaninya. Karya yang dibuatnya setiap hari adalah bukan hanya sebuah pesan belaka. Gambar yang dibuatnya menjadi sebuah saluran untuk menyuarakan pendapat dan menyebarluaskannya pada khalayak ramai.

Ketika saluran untuk menyampaikan pendapat atau kritik tersumbat, maka karikatur merupakan salah satu jawabannya. Satir yang dituangkan ke dalam gambar membuat daya kritik menjadi tidak langsung, sehingga tidak terlalu terasa menyakitkan. Sejak kemunculannya yang pertama, Panji Koming menjadi saluran untuk mengemukakan ketidakberdayaan. Saat zaman membuat sulit untuk menyampaikan pendapat atau kritik, karikatur menjadi penting dan bermakna.



Kritikan melalui karikatur tetap mempunyai tempatnya sendiri. Hanya, pengukuran kualitas menjadi lebih berat karena yang dituntut bukan hanya alur cerita yang mengalir ataupun komposisi gambar yang lebih mengena tetapi kualitas kritikan yang lebih cerdas.

Panji Koming membuat kita jadi semakin melek informasi. Panji Koming selalu cerdik dalam menemukan sudut pandang yang unik dalam menatap sebuah peristiwa sosial dan politik. Walaupun, mengambil rentetan peristiwa Zaman Majapahit, tetap saja dengan mudah kita mengaitkannya dengan fakta-fakta kontemporer.

Sejak Orde Baru masih bertahta, Panji Koming cenderung tampil serba tersamar dan cenderung tiarap. Ada kesengajaan adegan untuk dikaitkan kepada penguasa negara. Hingga masa orde reformasi dengan segala keterbukaan saat ini, Panji Koming tidak serta merta mengubah tutur ucapnya. Panji Koming tetap hadir dalam kemasan yang bijaksana, santun, nylekit, dan mengusung atmosfir budaya Jawa, guyon parikeno.

Kala Bendhu merupakan keberadaan dalam pemikiran masyarakat Jawa tentang zaman yang terkutuk dan sangat tidak menyenangkan. Kurang lebih, masyarakat secara umum dikuasai kebendaan. Dalam pandangan kartunal, zaman Kala Bendhu disebutkan sebagai zaman culun dan menyebalkan. Bagi kartunis, hal ini jadi lahan berkembangnya kreativitas yang sangat luas, aneh dan beragam. 

Pada edisi ini, Panji Koming mengambil plot Indonesia tahun 2003 hingga 2007. Zaman yang lebih memekik daripada Orde Baru, dimana peninggalan sisa-sisa Orde Baru belum sepenuhnya surut. Tahun-tahun yang penuh dengan tebaran peraturan dan tuaian pelanggaran. Penuh dengan lagu tanpa nada, penuh dengan nada tanpa suara. Penuh dengan penyanyi tanpa manusia. Ibarat telur diujung tanduk. Panji Koming menggiring kita untuk melihat keatas, bagiamana para pengatur negeri ini...membiarkan telur nangkring di ujung tanduk.

Judul        : Panji Koming: Kocaknya Zaman Kala Bendhu
Penulis     : Dwi Koendoro Br
Penerbit   : Penerbit Buku Kompas
Tebal        : 144 Hal.
Tahun       : 2008
Genre       : Karikatur-Komedi


Dharmawangsa, 26 Maret 2015.

Minggu, 29 Maret 2015

Islam Hari Ini



Sejak pertama kali melihat sampul komik ini, saya menebak bahwa muatan isi dan gambarnya tidak jauh berbeda dari komik serupa karya vbi_djenggotten. Ternyata, saya salah. Komikusnya, Alisnaik bin  Kiansila, punya gaya gambar dan peceritaan sendiri.

Komik ini dibagi kedalam beberapa judul kecil. Jadi, terlihat seperti semacam sketsa pendek. Walau begitu, muatan isi komik ini penuh dengan pesan yang menohok.Sebagian pengalaman si komikus dituangkan sebagai refleksi. Alhasil, pengalaman tersebut terasa lebih kaya dan mengena.

Sketsa pendek berjudul "Berhala Modern" terasa begitu nyata karena ada dalam keseharian kita. Agaknya, yang dibahas dalam komik ini memang menyadarkan kta kembali untuk tidak melupakan hal-hal kecil dan mengabaikan hal-hal atau urusan yang lebih besar .

Dukung terus komik dan komikus Indonesia!

Judul        : Islam Hari Ini: Yang Kecil Terlupakan, Yang Besar Terabaikan
Penulis     : Alisnaik
Penerbit   : Qultummedia
Tebal        : 140 Hal.
Tahun       : 2013
Genre       : Komik Islami


Dharmawangsa, 24 Maret 2015.

Minggu, 08 Maret 2015

Sang Penghasut

Asterix lagi-lagi berhasil menggagalkan penyerbuan Romawi ke Galia kendati Julius Caesar telah mengutus seorang penghasut. Si Penghasut ditugaskan untuk merusak tatanan masyarakat Galia dengan taktik adu domba. Si Penghasut berhasil menjalankan tugasnya. Bahkan Asterix dan Obelix sendiri hampir menjadi korbannya kalau bukan karena keakraban mereka.



Dengan keadaan kacau balau di Galia, pasukan Romawi akhirnya menyerbu. apalagi setelah Si Penghasut berhasil meyakinkan Panglima Romawi bahwa ia telah menemukan ramuan jamu ajaib buatan dukun Galia. Menyadari kelengahannya, Galia kembali bersatu. Mereka tidak akan membiarkan pasukan Romawi mengacak-acak mereka.

Benar saja, pasukan Romawi mengalami kekalahan telak. Kontra intelejen yang dilakukan Asterix dan Obelix ke kamp pasukan Romawi menghasilkan strategi pertahanan yang bagus. Setelah kalah telak, Si Penghasut kembali dipenjara. Kali ini, dengan kesalahan yang berlipat: menyebabkan kekalahan Romawi.

Dharmawangsa, 8 Maret 2015.

Sabtu, 19 April 2014

The Person I Want To Eat

Belakangan ini, saya mulai membaca komik lagi. Bedanya, bukan lagi serial komik Jepang seperti waktu masih sekolah dulu. Industri komik tanah air yang sampai saat ini masih dijejali komoditas komik asing memberikan banyak pilihan pada pembaca. Termasuk saya, saya lebih memilih komik yang tamat dibaca sekali duduk. Artinya, tidak harus menunggu edisi selanjutnya dirilis.



Komik terbaru yang saya baca berjudul”The Person I Want To Eat” yang diadaptasi dari judul aslinya “Tabetai Hito”. Komik karya Shin Yumachi ini berisi empat cerita. Temanya sama, masih soal kisah cinta remaja. Overall, keempat cerita dalam komik ini punya benang merah yang sama. Kata cinta yang seringkali tak mampu terucapkan.

The Person I Want To Eat
bercerita tentang Yuu yang mendapat pernyataan cinta dari teman kelas sebelahnya. Kei-chan, sahabat dekat Yuu, yang selalu menganggap Yuu seperti anak kecil tiba-tiba berubah usai kejadian itu. Kei-chan tidak mampu lagi membendung perasaannya. Yuu pun akhirnya menerima Kei-chan.

Afterschool Honey
mengisahkan Satsuki-chan yang ditugaskan gurunya untuk memberi bimbingan pelajaran tambahan kepada Kiyoharu, playboy sekolah yang terkenal. Satsuki-chan menjalankan tugasnya itu dengan rasa terpaksa sebelum akhirnya ia mengakui dalam hati kecilnya bahwa Kiyoharu memang lelaki yang menarik. Seiring jalannya waktu, kedekatan mereka berujung pada pengakuan Satsuki-chan tentang perasaannya.

Let Her Go, mirip satu judul lagu sing-this-song-to-move-on. Yamashita masih belum bisa menerima kenyataan bahwa kekasihnya memutuskannya begitu saja demi lelaki lain. Kinoshita yang tahu kejadian itu berusaha untuk mendekati Yamashita. Kinoshita tahu bahwa ia bertindak bodoh. Namun, justru kebodohannya itu mengakhiri penantiannya selama 2 tahun 14 bulan dan 18 hari.

I Fall in Love Over the Window Sill
mengisahkan Fumika yang selalu mendapat kiriman pesawat kertas dari anak lelaki yang memperhatikannya ketika sedang membersihkan halaman sekolah. Lelaki itu selalu muncul setiap gilirannya tiba. Ia bahka menuliskan alamat email pada pesawat kertas kirimannya. Fumika yang begitu senang tidak sengaja mengirimkan pernyataan cinta pada Mibu-kun, anak paling populer di sekolah. Alhasil, Mibu-kun langsung mengajaknya pacaran sehingga membuat heboh satu sekolah.

At the end, kisah cinta yang ditampilkan dalam komik ini memang agak sedikit absurd. Wajar memang rasanya mengingat keterbatasan ruang cerita. Apapun itu, cinta adalah cerita abadi sepanjang masa.

Judul        : The Person I Want to Eat
Penulis    : Shin Yumachi
Penerbit   : PT. Tiga Lancar Semesta
Tahun      : 2013
Genre      : Komik-Romance
 

Pharmindo, 19 April 2014.

Sabtu, 01 Maret 2014

Love Classic

Kisah cinta dalam komik ini adalah sebuah kisah cinta klasik antara dua manusia. Mereka ditakdirkan selalu bersama hingga keduanya membohongi perasaan mereka masiing-masing.

Aoi dan Reiichirou saling memendam rasa hingga perpisahan nampak di depan mata. Reiichirou yang selama ini bekerja sebagai guru pribadi bagi Aoi harus pindah ke Tokyo atas perintah Maruya Kikuji, ayah Aoi. Aoi yang tidak ingin kehilangan Reiichirou berusaha membuktikan pada ayahnya bahwa pelajaran yang selama ini diberikan oleh Reiichirou tidak sia-sia. Walaupun begitu, Reiichirou tetap harus pergi. Ia tidak pergi sendirian, ia mengajak Aoi turut serta. Sebuah kisah cinta yang klasik.

It can happens to anyone of us. You are getting close with somebody new, you may hate him as you go deeper, but yet you will love him very much by the way he/she treats you.


 
Komik ini juga punya 'bonus' kecil seputar penciptaan karakter-karakter yang ikut bermain. Chie Shimada menceritakan bagaimana proses penciptaan Reiichirou dan Aoi, juga si kembar adik Aoi dan Samasuke, karakter tandingan untuk Reiichirou. Tak hanya itu, adegan rapat penentuan supaya komik ini bisa terbit pun menjadi gimmick menarik. Tidak hanya sekedar membaca komik, pembaca pun sengaja diedukasi untuk mengetahui sedikit cerita dibalik layar sebuah penerbitan komik.

Judul        : Love Classic
Penulis     : Chie Shimada
Penerbit    : m&c! Comic
Tahun       : 2012
Genre        : Komik-Romance


Paninggilan, 1 Maret 2014.

Jumat, 28 Oktober 2011

Pamali: The Comic

 
  
Pamali. Suatu istilah untuk mengartikan pantangan adalah produk atau hasil dari kebudayaan asli yang sengaja ditinggalkan oleh leluhur kita. Pamali lahir dari suatu hasil pemikiran yang berkembang pada suatu zaman sebagai tindakan preventif (bersifat mencegah). Pamali bisa dianggap sebagai 'local wisdom' yang tumbuh dalam suatu lingkungan masyarakat. Pamali pada prinsipnya berusaha menyelaraskan nilai-nilai kehidupan sosial dalam interaksi sesama manusia. Dengan demikian, pamali di satu tempat akan berbeda dengan di tempat lainnya.

Namun, kemajuan zaman yang berimbas pada pola pikir masyarakat di abad modern ini cenderung mengganggap pamali ini sebagai hal yang sudah tidak relevan. Pamali sudah tidak dikaitkan lagi dengan logika umum sehingga masyarakat dengan pemikiran yang maju dan logis hanya menganggap pamali itu sebagai mitos atau Misteri anu atos-atos (misteri yang sudah-sudah)*.


Komik ini mengangkat beberapa pamali yang hidup dan umum dijumpai di Tanah Sunda. Temukan alasan-alasan tentang mengapa anak perawan tidak boleh makan dari cobek, tidak boleh membaca nisan di pemakaman, dan mengapa-mengapa lainnya. Dikemas dengan sketsa komik yang segar dengan tokoh berhidung enam dan tidak melulu menggunakan Manga Style membuat komik ini terasa berbeda dari komik-komik kebanyakan. Tentu saja, ini merupakan berita baik untuk perkembangan Komik Indonesia yang kini mulai menggeliat kembali dibawah penerbit-penerbit lokal dan independen.

Dalam menyikapi beberapa pamali dalam komik ini kita tidak selalu harus serius. Pamali yang dikemas dalam bentuk komik ini tentu menyuguhkan cara pandang lain dalam menyikapi nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Beberapa mungkin sudah tidak relevan dan tidak logis. Tapi, bukankah pamali itu juga merupakan warisan nenek moyang kita yang mengandung pesan dan makna tertentu. Sudah tentu, pembaca dihadapkan pada situasi untuk memilah-milah dan mengambil nilai positif dari pamali tersebut.


Judul : Pamali: Segerombolan Komik tentang Mitos dan Pantangan
Penulis : Norvan Pecandupagi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2009
Tebal : 120 hal.
Genre : Komik-Budaya



Paninggilan, 8 Oktober 2011

* Menirukan istilah seorang sahabat

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kematian Donny Osmond


Kehidupan remaja adalah kehidupan dengan wahana yang sangat luas dan dinamis. Selalu menjadi tema yang tidak ada habisnya. Dunia remaja adalah suatu dunia dimana jatidiri ditentukan. Pencarian identitas demi satu citra jatidiri menjadikan para remaja rela melakukan usaha apapun untuk mewujudkannya. Kadang demi alasan eksistensial.

Berbeda dengan karya lainnya, Kematian Donny Osmond agaknya ditujukan untuk pembaca remaja. Cerita yang disajikan pun berkisar tentang cita-cita dan sekelumit pergaulan anak-anak remaja dalam mencari jati diri dan makna eksistensial mereka di tengah lingkungannya.

Diangkat dari berbagai fenomena sosial yang menimpa kalangan remaja, mulai dari kisah percintaan, perjuangan, pergaulan, hingga tawuran yang kerap kali menimbulkan korban jiwa. Semua kisah ini menjadi semakin remaja karena diterbitkan kembali dari beberapa karya Seno di majalah/tabloid remaja. Tidak hanya itu saja, menarik untuk menemukan alasan dibalik adanya sisipan resep otak-otak dan efek dari film Basic Instinct terhadap anak remaja.

Bukan tanpa alasan bila kumpulan cerpen ini disajikan tidak melulu dengan teks. Asnar Zacky yang digandeng Seno untuk menggarap efek visual cari semua judul cerita mampu menangkap kesan imaji visual yang sengaja ingin dihadirkan oleh Seno sebagai penulis cerita. Dengan adanya sisipan efek visual berupa komik tersebut maka membuat suatu  pengalaman tersendiri seperti membaca Graphic Novel. Kelak, Zacky pun berkolaborasi kembali dengan Seno untuk penerbitan komik Sukab Intel Melayu.

Judul : Kematian Donny Osmond
Penulis : Seno Gumira Ajidarma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2001
Tebal : 159 hal.
Genre : Komik-Remaja



Medan Merdeka Barat-Paninggilan, 2-8 Oktober 2011.

Jumat, 16 September 2011

Komik Anak Sekolah Gokil - Bacaan Wajib Menuju Indonesia Cerdas 2015

Rutinitas keseharian dunia pendidikan memang selalu mengasyikkan untuk dijadikan bahan ejekan. Selalu ada saja yang bisa ditertawakan. Mulai dari kelakuan murid dan guru yang tidak pernah bisa akur hingga tindak-tanduk sesama murid yang punya keunikan masing-masing.


Lihat saja aktor utama dalam komik ini, Vannes & Aditas, duet maut geng iseng yang selalu ribut di sekolah. Mereka berdua selalu punya sejuta jurus ampuh buat mengakali Pak Kepsek dan Pak Noodle, Sang Guru Killer yang sangat menyebalkan. Nggak ketinggalan anggota geng lainnya. Si Kosong, yang didiagnosis berpenyakit selalu-dapat-nilai-nol. Si Bebop, gudang jerawat yang bermimpi punya pacar cantik kayak Miss Universe. Xena, si Cewek Kuda Nil--gebetan Anthony si Superkeren, tapi dia malah mupeng dan superngebet sama Vannes.

Komik karya komikus Malaysia ini mengadopsi bentuk komik strip empat panel dengan dua cerita pada satu muka halaman. Bentuk seperti ini mengingatkan kita pada komik strip Garfield yang tampil dengan tiga panel.

Walaupun komik ini diterbitkan pertama kali di Malaysia, tetapi tidak mengurangi esensi dari humor khas anak sekolah. Tidak terlalu berlebihan pula bila kita pada akhirnya bisa menyimpulkan bahwa selera humor orang Malaysia itu tidak jauh berbeda dengan kita orang Indonesia.

Judul : Komik Sekolah Anak Gokil
Penulis : Michael C. Keith
Penerbit : DAR! Mizan
Tahun : 2010
Tebal : 116 hal.
Genre : Komik


Medan Merdeka Barat, 5 September 2011.